28 Agustus 2009
Kekecewaan dan Kekesalan
Aku benci pada mereka yang tak tahu arti diamku
Aku benci pada ketidakadilan
Aku benci pada kebencian
Aku senang jika aku dihargai
Saat apa yang aku lakukan terevaluasi dengan kata baik ataupun buruk
Karena apa yang ku lakukan punya arti tersendiri bagiku
Namun aku tak dapat mengungkapkan
Karena ketidakkuasaanku pada bibirku yang kelu
Aku senang pada mereka yang tahu arti diamku
Karena saat aku diam
Sebenarnya ada sejuta kata yang ingin kusampaikan
Namun tak bisa kukatakan
Aku cinta keadilan
Saat apa yang aku lakukan
Diberikan balasan yang setimpal
Saat apa yang orang lain lakukan
Kuhargai pula dengan setulus hati
Aku cinta kedamaian
Tapi saat ku tulis catatan ini
Kedamaian itu sedang tak kurasakan
28 Mei 2009
Kenyataan dan Harapan
Lalu, mengapa ada kesenjangan antara harapan dan kenyataan? Mengapa manusia harus mengalami hal-hal yang tidak sesuai dengan harapannya? Mengapa kita diizinkan, bahkan disuruh, punya harapan, akan tetapi harus juga siap untuk kecewa?
Ini adalah pertanyaan tua. Sudah muncul sejak manusia ada. Dan sudah berpuluh, beribu, berjuta orang pandai berusaha menjawabnya. Tetapi, setiap orang toh tetap juga butuh penjelasan yang berdasarkan pengalamannya sendiri. Jadi, saya pikir, tidak apa saya berbagi mengenai hal-hal yang sudah banyak dikupas oleh para ahli agama, para filosof, para penulis cerita, para orang tua, maupun para manusia biasa.
***
Benarkah kenyataan itu selalu lebih baik daripada harapan?
Kenyataan (atau takdir atau apa yang terjadi) memang selalu lebih baik daripada harapan. Kalau pun sekilas tampak sebaliknya, itu hanya karena perbedaan sudut pandang saja.
Kenyataan itu dibangun oleh sangat banyak variable riil, sedangkan harapan diuntai dengan sedikit variable yang seringkali tidak riil atau bahkan tidak masuk akal.
Misalnya, kenyataan bahwa kita bertemu seorang kawan lama di sebuah toko, itu dibangun oleh banyak peristiwa sebelumnya. Bisa jadi sangat banyak peristiwa sebelumnya seperti kebutuhan untuk ke toko, pemilihan waktu belanja, kendaraan yang digunakan, toko yang dipilih, dan sebagainya. Harapan, biasanya tidak mempertimbangkan begitu banyak hal detil.
Dengan demikian, kenyataan memang suatu yang masuk akal. Suatu hal yang selalu bisa dirunut kronologinya maupun sebab akibatnya. Itu sebabnya kenyataan bisa dijelaskan secara ilmiah melalui teori-teori ilmu eksakta maupun non eksakta. Kenyataan itu masuk akal, sedangkan harapan seringkali berdasarkan impian yang muluk-muluk, menafikan berbagai realitas, serta mengandalkan imajinasi yang tidak dibatasi hukum alam.
Kesimpulan sementara, kenyataan itu suatu hal yang terbaik untuk seluruh alam semesta. Adapun harapan, mungkin saja terbaik untuk satu atau beberapa elemen saja, misalnya terbaik untuk yang berharap saja, tetapi bukan terbaik untuk seluruh elemen alam semesta.
Wallahu alam...
* terinspirasi dari Setyardi Widodo
HarApAn VeRsuS KenYAtAAn
BeLAkAnGaN Ini Aq Di HAruSkAn UnTUk MEnERiMA BAnyAk SekALi HarApAn YAnG NggAk MEnJADi KenyAtAAn...
SetIAp Aq PerTAhAnin ... SetIAp Aq KejAr deNGAn SemAngAt dan KEYAkiNAn PeNUh ... Gx TAU KenAPA... HArApAn Itu LArI GiTU Aja ...
SepErti Gx BeRpIHak PAdaQ
Aq JAdi BERTAnya-TAnyA ...
ApA SehaRusnYA Aq Gx PunyA HArApAn Aja ?
TApI ... TanPA HarAPAn ...
BuKAnnyA HarApAn YAng BUAt HiDup JAdi CerIa
BUkAnnyA HArApAn Itu AlAsan Qta BUaT HidUP...
TApi deNGAn HArAPAn JUgA ...
QtA biSa HAncUr ...
HArApAn YanG Gx KEsaMpAeN...
JAdi ...
HArUS GiMAnA ??
BerHARAp AgAR PunyA SEmAngAt HIduP
Or
Gx BerHAraP BiaR Gx PErLu NgeRAsa KECewA
PENGECUT !!!
Ini CuMA KArNA TAkuT kECEwA ajA TErNyatA ...
KEnApA HArUS TakUT KEcEwa ?
KeCEwA Itu MAnusiaWi
KEceWA Itu gx
BiAr Aja PunyA HArApAn
BiAr Aja HArApAn itu gX terWuJUd
YAng PEnTIng Aq HaRus BerSEMAngAt HIduP
YAng PEntINg KEcEwA Itu Gx BiKin WakTU Q TErbUAng Untuk MEnAngis
BerHArAp
YAkIn
USahA
LalU ...
PASRAH ...
MuNgkIn NAnTi AkaN kECEwA ...
TApi ...deNGan Itu ...
AkAn MenGUAtkAn MEnTAl Qta ...
AkAn MemBUat Qta MEnJADi MAnuSIA TAnGGUh ...
kuNCiNyA
PASRAH ...